Minggu, 25 Oktober 2009

Expert System (Sistem Pakar)

Sistem Pakar


An expert system is a narrow slice of computer intelligence and knowledge-based application. Sebuah sistem pakar adalah sebuah kecerdasan komputer dan aplikasi berbasis pengetahuan. Its program are designed to emulate human decision-making expertise in a particular domain. Program yang dirancang untuk meniru keahlian manusia dalam pengambilan keputusan pada domain tertentu. Expert systems belong to a group of systems known as knowledge-based systems. Sistem pakar milik sekelompok sistem yang dikenal sebagai sistem berbasis pengetahuan. Knowledge-based systems contain the facts and procedures representing the rule of thumb (heuristic) decision-making processes of an expert. Sistem berbasis pengetahuan mengandung fakta-fakta dan prosedur yang mewakili Aturan (heuristik) proses pengambilan keputusan dari seorang ahli. That collection is kept in a knowledge base that is separate from a control program. Koleksi tersebut disimpan dalam basis pengetahuan yang terpisah dari program kontrol.

Apa itu Sistem Pakar?

Saat ini, bentuk yang paling umum dari sistem pakar

Structure of a Rule-based Expert System Aturan struktur berbasis sistem pakar

  • User Interface User Interface
    • Friendly Ramah
    • Maybe "Intelligent" Mungkin "Cerdas"
      • Knowledge of how to present information Pengetahuan tentang bagaimana untuk menyajikan informasi
      • Knowledge of user preferences...possibly accumulate with use Pengetahuan tentang preferensi pengguna ... mungkin terakumulasi dengan menggunakan
  • Databases Database
    • Contains some of the data of interest to the system Berisi beberapa data yang menarik bagi sistem
    • May be connected to on-line company or public database Dapat dihubungkan ke on-line database perusahaan atau publik
    • Human user may be considered a database Pengguna manusia dapat dianggap sebuah database
  • Inference Engine Kesimpulan Engine
    • general problem-solving knowledge or methods pemecahan masalah umum pengetahuan atau metode
    • interpreter analyzes and processes the rules penerjemah proses menganalisis dan aturan
    • scheduler determines which rule to look at next scheduler menentukan aturan untuk melihat selanjutnya
    • the search portion of a rule-based system bagian pencarian peraturan sistem berbasis
      • takes advantage of heuristic information mengambil keuntungan dari informasi heuristic
      • otherwise, the time to solve a problem could become prohibitively long sebaliknya, waktu untuk menyelesaikan suatu masalah bisa menjadi panjang prohibitively
      • this problem is called the combinatorial explosion masalah ini disebut ledakan kombinatorial
    • expert-system shell provides customizable inference engine sistem pakar shell menyediakan mesin inferensi customizable
  • Knowledge Base (rule base) Knowledge Base (peraturan dasar)
    • contains much of the problem solving knowledge mengandung banyak pengetahuan pemecahan masalah
    • Rules are of the form IF condition THEN action Aturan bentuk tindakan IF kondisi THEN
      • condition portion of the rule is usually a fact - (If some particular fact is in the database then perform this action) kondisi bagian dari aturan biasanya fakta - (Jika kenyataannya tertentu dalam database kemudian melakukan tindakan ini)
      • action portion of the rule can include tindakan bagian dari aturan dapat mencakup
        • actions that affect the outside world (print a message on the terminal) tindakan yang mempengaruhi dunia luar (mencetak pesan pada terminal)
        • test another rule (check rule no. 58 next) menguji peraturan lain (cek aturan no. 58 berikutnya)
        • add a new fact to the database (If it is raining then roads are wet). menambahkan fakta baru ke database (Jika hujan maka jalan-jalan basah).
    • Rules can be specific, a priori rules (eg, tax law . . . so much for each exemption) - represent laws and codified rules Aturan dapat spesifik, a priori aturan (misalnya, hukum pajak... Begitu banyak untuk setiap pengecualian) - mewakili dikodifikasi undang-undang dan peraturan
    • Rules can be heuristics (eg If the meal includes red meat then choose red wine). "rules of thumb" - represent conventional wisdom. Aturan dapat heuristik (misalnya Jika makanan termasuk daging merah kemudian pilih anggur merah). "Aturan praktis" - mewakili kebijaksanaan konvensional.
    • Rules can be chained together (eg "If A then B" "If B then C" since A--->B--- >C so "If A then C"). Aturan dapat dirantai bersama-sama (misalnya "Jika A maka B" "Jika B maka C" karena A ---> B ---> C sehingga "Jika A maka C").
      (If it is raining then roads are wet. If roads are wet then roads are slick.) (Jika hujan maka jalan-jalan basah. Jika jalanan basah maka jalan yang licin.)
    • Certainty factors represent the confidence one has that a fact is true or a rule is valid Faktor kepastian mewakili keyakinan seorang pun bahwa fakta itu benar atau sebuah aturan yang berlaku

Classification of Expert Systems Klasifikasi Expert Systems
In an attempt to classify expert system for discussion purpose, schemas have been devised that are based on the number of rules. Dalam upaya untuk mengklasifikasikan sistem pakar untuk tujuan diskusi, skema yang telah dirancang didasarkan pada jumlah aturan. These classification systems suggest that there are three basic classes of expert system : small, medium, and large. Sistem klasifikasi ini menunjukkan bahwa ada tiga kelas dasar sistem pakar: kecil, sedang, dan besar. A small systems has been defined as one that uses a knowledge base comprising fewer than 500 rules. Sebuah sistem yang kecil telah didefinisikan sebagai salah satu yang menggunakan basis pengetahuan yang terdiri dari kurang dari 500 peraturan. A medium system consists of up to 10,000 rules, and large system has in excess of 10,000 rules. Sebuah sistem terdiri dari media hingga 10.000 peraturan, dan sistem besar memiliki lebih dari 10.000 peraturan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar